Pertamina Harus Tahu! Tiga Pangkalan LPG Subsidi di Lebak Diduga Jual 'Si Melon' di Atas HET dan Keluar Batas Wilayah

    Pertamina Harus Tahu! Tiga Pangkalan LPG Subsidi di Lebak Diduga Jual 'Si Melon' di Atas HET dan Keluar Batas Wilayah
    Pangkalan Elpiji Subsidi Nakal Di Kabupaten Lebak Banten

    LEBAK, BANTEN, - Beberapa pangkalan tabung gas subsidi 3 Kg di Wilayah Kabupaten Lebak, Propinsi  Banten diduga mendistribusikan 'Si Melon' ke pengecer diluar batas wilayah yang ditentukan, dengan harga jual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Padahal pendistribusian elpiji 3 kg semestinya diperuntukan bagi masyarakat miskin sesuai kuota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata pada Badan Pusat Statistik (BPS).

    Hasil temuan awak media di beberapa Wilayah Kecamatan di Kabupaten Lebak, maraknya kendaraan bermuatan tabung gas subsidi yang tidak menggunakan plang pangkalan, melakukan penjualan dengan cara mengecer ke warung - warung diluar batas wilayah dengan harga melampaui HET. Hal ini tenru dapat merugikan negara dan masyarakat penerima manfaat.

    Hasil penelusuran awak media dilapangan, diketahui ada tiga pangkalan LPG 3 Kg yang nakal dengan tidak mengindahkan aturan regulasi yang telah ditentukan pihak Pertamina maupun Pemerintah.

    ADV.CO.ID
    market.biz.id ADV.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Ketiga pangkalan elpiji subsidi tersebut diantaranya, Pangkalan Suherman di Desa Cibuah Kecamatan Warunggunung, , Pangkalan  Khoiriyah di Desa Tambak Baya Kecamatan Cibadak dan Pangkalan Khoirulrohman di Desa Pasirtangkil Kecamatan Warunggunung.

    Menurut keterangan sumber pemilik warung atau pengecer yang membeli gas elpiji 3 Kg dari ketiga pangkalan tersebut mengaku kalau per tabung mereka beli dikisaran harga Rp. 18.000 hingga Rp.20.000.

    KINERJA.CO.ID
    market.biz.id KINERJA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Memang warung saya juga jual gas elpiji 3 kg, yang dibeli dari pangkalan Khoirulrohman dari Desa Pasirtangkil dengan harga pertabung variatif kadang Rp.18.000 kadang Rp.20.000, " ungkap pemilik warung berinisial B warga asal Desa Sindangsari Kecamatan Warunggunung kepada awak media pekan lalu.

    Sementara pemilik warung lainnya yang dapat ditemui awak media berinisial N warga Desa Cibuah mengaku, kalau dirinya pernah berjualan gas elpiji subsidi yang dikirim Pangkalan Khoiriyah dari Desa Tambak Baya. Bahkan dirinya menyimpan uang jaminan sebesar Rp.12 juta.

    "Saya juga pernah kerjasama jualan gas elpiji 3 kg dengan pangkalan diluar desa saya yakni dari pangkalan Khoiriyah Desa Tambak Baya. Dan waktu itu saya juga memberikan uang jaminan sebesar Rp.12 juta, adapun harga dari pangkalan ke saya pertabung sebesar Rp.18.000, - Namun sekarang saya sudah berhenti tidak lagi jualan gas subsidi, dan uang saya dari pangkalan katanya akan dikembalikan dengan cara dicicil atau diangsur setiap bulan sekali sebesar Rp. 500 000, " kata N

    Ditemui awak media Ketiga pemilik pangkalan gas LPG Subsidi, Suherman, Khoriyah dan pihak managemen pangkalan Khoirulrohman mengakui kalau mereka menjual keluar batas wilayah desa mereka, dengan alasan untuk mempercepat proses penjualannya.

    ZONATANI.ID
    market.biz.id ZONATANI.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Emang kenapa gitu pak kalau saya menjual gas elpiji subsidi keluar batas wilayah desa, apakah masalah ?, " tanya Suherman kepada awak media

    Menurut Suherman penjualan yang dilakukannya tidak masalah selama masih dalam batas wilayah satu kecamatan.

    "Kan saya menjualnya juga ke warung - warung di Kecamatan Warunggunung. Kalau saya gak 'Nganvas' gimana mau cepat laku gas ini, " cetus Suherman

    Hal senada dikatakan pemilik Pangkalan Khorulrohman. Menurut dia, penjualan keluar batas wilayah desa sudah hal yang biasa dilakukan pangkalan - pangkalan gas 3 kg di wilayah Kabupaten Lebak.

    "Disini mah udah biasa sih pak, kalau pangkalan Nganvas jual ke warung - warung diluar desa. Bahkan kadang saya tahu ada gas elpiji 3 kg bersegel warna kuning dari Pandeglang masuk kesini ke Lebak, " cetusnya

    Sementara pemilik pangkalan Khoiriyah Desa Tambak Baya Kecamatan Cibadak yang meminta jaminan kepada warung sebesar Rp.12 juta mengaku dirinya tidak mengetahui persis hal tersebut. Karena sebelumnya pangkalan miliknya dikelola oleh mantan suaminya.

    "Soal ada Jaminan Rp.12 juta saya sama sekali tidak tahu mungkin itu mantan suami saya dulu yang turut mengelola pangkalan ini, " ujar Khoiriyah yang mengaku hanya menerima gas elpiji 3 kg dari agen setiap satu pekan sebanyak 100 hingga 150 tabung.

    Untuk diketahui penerimaan tabung gas elpiji 3 kg perbulannya dari agen ke pangkalan Khoiriyah sungguh berbeda jauh  dengan kuota masyarakat miskin di Desa Tambak Baya yang hingga mencapai 1400 Kepala Keluarga.

    Menanggapi hal itu aktivis sosial di Kabupaten Lebak Hariri menyesalkan adanya pangkalan gas subsidi nakal dengan tidak mematuhi aturan yang ada.

    "Jika benar seperti itu, wajar saja harga gas elpiji subsidi selalu mahal di masyarakat hingga mencapai Rp.25.000 pertabung, " ujar Hariri

    DESTINASI.CO.ID
    market.biz.id DESTINASI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Padahal kata Hariri, pemerintah Kabupaten Lebak melalui Disperindag pernah menegaskan kepada pangkalan agar menjual Elpiji 3 Kg kepada konsumen/masyarakat tidak mampu sesuai dengan Log Book yang diatur Pertamina.

    Bahkan pihak Disperindag juga tambah Hariri, pernah menghimbau dan melarang pangkalan menjual gas elpiji 3 kg subsidi kepada pengecer. Hal itu untuk menjaga agar harga tidak meroket dan tidak terjadi kelangkaan.

    "Ini harus segera ditindaklanjuti oleh pihak - pihak terkait, terutama Pertamina dan Pemerintah. Namun menyoal penjualan elpiji subsidi oleh pangkalan keluar batas wilayah dengan harga diatas HET, bilamana masalah tersebut masuk unsur pidana, tentunya pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Lebak turun tangan demi tegaknya hukum dan memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat, " pungkas Hariri.***

    Lebak Banten
    Andang Suherman

    Andang Suherman

    Artikel Sebelumnya

    Ditunggu-tunggu, Akhirnya 1.585 CPNS dan...

    Artikel Berikutnya

    Edarkan Ratusan Butir Obat Tanpa Izin edar,...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 57

    Postingan Tahun ini: 2549

    Registered: Jul 17, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 48

    Postingan Tahun ini: 1863

    Registered: May 25, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 19

    Postingan Tahun ini: 657

    Registered: Nov 15, 2021

    Ryawan Saiyed

    Ryawan Saiyed verified

    Postingan Bulan ini: 16

    Postingan Tahun ini: 741

    Registered: Nov 23, 2021

    Profle

    Narsono Son verified

    Kemenkumham Jateng Gelar Tennis Fun, Mantapkan Persiapan Turnamen PTP
    Babinsa Koramil 22 Tempuran Ajak Warga Masyarakat Tetap Menjaga Kesehatan
    HUT Bhayangkara,Ini Yang Disampaikan Dandim Saat Di Polres Salatiga
    Jaga Kondusifitas wilayah, Polsek Plampang Sita Puluhan Botol Minol

    Rekomendasi

    Proyek DPUPR Kabupaten Lebak Di Cihara Diragukan Kualitasnya, Aktivis Pinta Uji Mutu
    Dansat Brimob Banten Lakukan Pengecekan Gladi Kotor Upacara HUT Bhayangkara ke-76
    Danlanud Abdulrachman Saleh Hadiri Penyerahan Sertifikat Aset TNI AU dari Menteri ATR/BPN
    Zainal Bintang: Teater Politik Indonesia, Drama Tirani Ambang Batas
    Doa Lintas Agama dari Polri untuk Indonesia yang Lebih Baik 

    Ikuti Kami